Pages

Kamis, 20 Februari 2014

Presiden - Presiden USA Dulu - Sekarang


 
 Amerika Serikat atau United States of America (USA) adalah sebuah republik federal yang terdiri dari 50 negara bagian. Kecuali Alaska (utara Kanada) & Hawaii (lautan Pasifik), 48 negara bagian lainnya terletak di Amerika Utara. Kepala negara Amerika Serikat adalah Presiden. Seorang Presiden Amerika Serikat hanya boleh menjabat selama dua masa bakti yang masing-masing empat tahun. George Washington adalah Presiden Amerika Serikat pertama yang menjabat dari tanggal 30 April 1789 sampai 3 Maret 1797. Sampai sekarang telah 44 kali penggantian Presiden Amerika Serikat.
Daftar Presiden Amerika Serikat
No.FotoNamaAwal MenjabatAkhir MenjabatPartai
1
George Washington30-04-178903-03-1797Tidak ada (Polisi Federal)
2
John Adams04-03-179703-03-1801Federalis
3
Thomas Jefferson04-03-180103-03-1809Demokrat-Republik
4
James Madison04-03-180903-03-1817Demokrat-Republik
5
James Monroe04-03-181703-03-1825Demokrat-Republik
6
John Quincy Adams04-03-182503-03-1829Demokrat-Republik
7
Andrew Jackson04-03-182903-03-1837Demokrat
8
Martin Van Buren04-03-183703-03-1841Demokrat
9
William Harrison04-03-184104-04-1841Whig
10
John Tyler04-04-184103-03-1845Whig
11
James Polk04-03-184503-03-1849Demokrat
12
Zachary Taylor04-03-184909-07-1850Whig
13
Millard Fillmore09-07-185003-03-1853Whig
14
Franklin Pierce04-03-185303-03-1857Demokrat
15
James Buchanan04-03-185703-03-1861Demokrat
16
Abraham Lincoln04-03-186115-04-1865Republik
17
Andrew Johnson15-04-186503-03-1869Demokrat
18
Ulysses Grant04-03-186903-03-1877Republik
19
Rutherford Hayes04-03-187703-03-1881Republik
20
James Garfield04-03-188119-09-1881Republik
21
Chester Arthur19-09-188103-03-1885Republik
22
Grover Cleveland (1) 04-03-188503-03-1889Demokrat
23
Benjamin Harrison04-03-188903-03-1893Republik
24
Grover Cleveland (2)04-03-189303-03-1897Demokrat
25
William McKinley04-03-189714-09-1901Republik
26
Theodore Roosevelt14-09-190103-03-1909Republik
27
William Taft04-03-190903-03-1913Republik
28
Woodrow Wilson04-03-191303-03-1921Demokrat
29
Warren Harding04-03-192102-08-1923Republik
30
Calvin Coolidge02-08-192303-03-1929Republik
31
Herbert Hoover04-03-192903-03-1933Republik
32
Franklin Delano Roosevelt04-03-193312-04-1945Demokrat
33
Harry Truman12-04-194520-01-1953Demokrat
34
Dwight Eisenhower20-01-195320-01-1961Republik
35
John Kennedy20-01-196122-11-1963Demokrat
36
Lyndon Johnson22-11-196320-01-1969Demokrat
37
Richard Nixon20-01-196909-08-1974Republik
38
Gerald Ford09-08-197420-01-1977Republik
39
Jimmy Carter20-01-197720-01-1981Demokrat
40
Ronald Reagan20-01-198120-01-1989Republik
41
George H. W. Bush20-01-198920-01-1993Republik
42
Bill Clinton20-01-199320-01-2001Demokrat
43
George W. Bush20-01-200120-01-2009Republik
44
Barack Obama20-01-2009Sedang menjabatDemokrat

Rabu, 19 Februari 2014

Sejarah runtuhnya Uni Soviet / USSR (Union of Soviet Socialist Republics)

Uni Soviet mulai dibentuk sejak meletusnya Revolusi Rusia pada 25 Oktober 1917. Revolusi Rusia lahir sebagai reaksi kekecewaan rakyat terhadap Tsar Nicholas II yang despotis dan korup. Revolusi digerakkan kaum Bolsyewik yang berhaluan marxisme di bawah pimpinan Vladimir Ilyich Lenin.

Setelah berhasil merebut tampuk kekuasaan, sejak tahun 1922 Lenin mulai mengembangkan teritorial negara ke wilayah sekitarnya. la kemudian membentuk federasi dengan nama Uni Soviet. Mulai 30 Desember 1922, federasi ini terdiri dari 15 negara bagian, yaitu Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belorusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgisia, Latvia Lithuania, Moldovia, Tadjikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.

Pada tahun 1924 Lenin meninggal dan digantikan Joseph Stalin. Semasa tampil di panggung kekuasaan, Stalin sering menindas dan melenyapkan semua saingan politiknya. Tidak tanggung-tanggung, tokoh sekaliber Leon Trotsky yang berjasa dalam Revolusi Rusia dipecat dan dibunuhnya. Tatkala Stalin mampu mengukuhkan kekuasaannya, pada tahun 1952 Partai Uni Serikat Komunis (PUSK) diubahnya dengan nama baru Partai Komunis Uni Soviet (PKUS). la menjabat Sekretaris Jenderal PKUS sampai tahun 1953. Berkat kepiawaian politik, ia menjadi diktator yang mampu mengantarkan Uni Soviet menjadi negara komunis terkuat di dunia.

Sepeninggal Stalin, jabatan sekjen partai dipegang oleh NikitaJ Khuschev sampai tahun 1964. Kemudian beralih kepada Leonid Brezhnev yang berkuasa cukup lama, yaitu dari tahun 1964 sampai 1982. Pada saat Uni Soviet di bawah kendalinya, negara mengalami kemerosotan di segala bidaiig. Tingkat pertumbuhan ekonomi menurun drastis, korupsi merajalela, produk pertanian kurang variatif, sektor jasa berjalan payah, dan berbagai kemunduran lainnya.

Penerus pemerintahan Uni Soviet harus mewarisi kerusakan dan kemacetan ekonomi dari Brezhnev. Jabatan Sekjen PKUS berturut-turut beralih dari Yuri Andropov (1982-1984), ke Konstantin Chernenko (1984-1985), sampai akhirnya dijabat oleh Mikhail Gorbachev sejak 11 Maret 1985. Mikhail Gorbachev menyadari bahwa penerapan marxisme telah menyeret negara ke ambang kemunduran. Sistem politik yang dijalankan itu ternyata gagal membawa Uni Soviet ke dalam kehidupan yang makmur seperti di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, sejak berkuasa, Gorbachev menghadapi tantangan kemacetan ekonomi yang tidakboleh dibiarkan berlarut-larut. la ingin memulihkan kondisi politik dan ekonomi Uni Soviet melalui suatu reformasi.

Untuk merealisasikan ambisinya, Gorbachev melontarkan ide reformasi berupa perestroika, glasnot, dan demokratisasi.
1. Perestroika, yaitu menata kembali berbagai kebijakan di semua bidang kehidupan.
2. Glasnot bermakna membuka diri dari pergaulan internasional dan memperluas partisipasi masyarakat dalam negara.
3. Demokratisasi, yakni memperlakukan sama terhadap semua warga negara untuk menyampaikan gagasan atau pandangan terhadap semua kebijakan pemerintahan.

Melalui reformasi politik dan ekonomi, Gorbachev berusaha membawa Uni Soviet kepada kehidupan yang lebih baik. Sejak diterapkan ide pembaharuan, tumbuh suatu suasana yang makin hidup di Uni Soviet. Akan tetapi di lain pihak, kebijakan Gorbachev menimbulkan dampak yang tidak diduga sebelumnya. Pertentangan sosial dalam masyarakat muncul. Bahkan di era reformasi itu lahir kelompok-kelompok masyarakat yang satu sama lainnya bersaing memperebutkan pengaruh dan kekuasaan, yaitu kelompok moderat, konservatif, dan radikal.
1. Kelompok moderat, yakni kelompok yang menyetujui reformasi tetapi tetap menjalankan komunisme yang disempurnakan.
2. Kelompok konservatif, yakni kelompok yang menentang reformasi dan ingin mempertahankan komunisme.
3. Kelompok radikal, yakni kelompok yang mendukung reformasi, tetapi ingin meninggalkan komunisme.

Pada tanggal 19 Agustus 1991 kelompok konservatif di bawah pimpinan Wakil Presiden Gennadi Yanayev melancarkan kudeta terhadap Gorbachev. Akan tetapi usaha perebutan kekuasaan ini dapat digagalkan Boris Yeltsin, pemimpin kelompok radikal. Gorbachev dapat diselamatkan dan nama Yeltsin mulai melambung di pentas politik Uni Soviet.

Gorbachev memang selamat dari kudeta, tetapi ia menghadapi kesulitan ekonomi dalam negeri yang makin parah. Selain itu, kelompok militer mulai terpecah-pecah dan negara-negara bagian semakin banyak yang menuntut kemerdekaan. Pada saat itulah seakan-akan timbul kekosongan pimpinan pusat dan negara berada dalam vacuum of power. Apalagi hal ini kemudian disusul dengan pernyataan pengunduran diri Gorbachev sebagai Sekjen PKUS dan sekaligus mengeluarkan dekrit pembubaran PKUS pada 24 Agustus 1991.

Sehari sesudah peristiwa itu, Boris Yeltsin mengambil alih kekuasaan. Sayang sekali tindakan Boris Yeltsin tidak didukung semua negara bagian di Uni Soviet. Mereka malahan dengan leluasa dapat melepaskan diri dari Uni Soviet. Akibatnya, runtuhlah negara adidaya yang telah dibangun dengan susah payah itu. Secara resmi, pembubaran Uni Soviet berlangsung pada 8 Desember 1991. Bendera Uni Soviet diturunkan dan dikibarkanlah bendera Rusia. Selanjutnya, negara-negara bekas Uni Soviet mengikat diri dalam organisasi Commonwealth of Independent States (CIS) di bawah pimpinan Rusia.

Apakah yang menyebabkan runtuhnya Uni Soviet?Ada beberapa hal yang dianggap menjadi faktor penyebab keruntuhan Uni Soviet.
1. Sistem marxisme-komunisme ternyata tidak memiliki kontrol efektif terhadap bidang politik dan ekonomi.
2. Marxisme-komunisme tidak memiliki kelenturan dalam menghadapi perubahan.
3. Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah memberi peluang kepada negara-negara bagian untuk melepaskan diri dari Uni Soviet.
4. Sistem ekonomi pasar telah mengundang masuknya liberalisme dan kapitalisme yang bertentangan dengan komunisme.
5. Kaum buruh yang merupakan andalan marxisme-komunisme ternyata lebih memihak kapitalisme yang memberikan kebebasan untuk memiliki sesuatu daripada komunis yang tidak mengakui hak individu.

Sumber : Sadam Husen (Seputar Berita Umum Di Dunia)